Thursday, August 11, 2016

Cara Termudah Belajar Bisnis Online

Gambar diambil dari webloggerz.com

Bismillah...
1.    Cari 1 pebisnis online yang Anda percaya. Yang biasanya Anda model. Kita bilanglah namanya Andi.
2.    Cari tau siapa yang di follow Andi di Twitter, di Like, atau temen yang paling sering Andi komentarin di Facebook. Intinya, cari siapa tempat belajarnya Andi?
3.    Follow, LIKE, dan Temenan (kalau bisa) sama orang-orang yang di follow Andi tersebut. Join Facebook Groupnya, Like Facebook pagenya, subscribe Youtubenya, gabung group Telegramnya, dll.
4.    Dari semua gurunya Andi itu, cari 3 orang yang sering sharing, nulis, dan pilih yang tulisannya Anda suka.
5.    Baca tulisan masing2 dari 3 orang itu setiap minggu.
6.    PIlih SATU tulisan/ artikel dari artikel-artikel 3 pebisnis itu, Simpen di Evernote atau Simplenote dan PRAKTEKKAN PERSIS seperti apa yang tertulis.
7.    Tulis apa yang Anda pelajari setelah Anda praktekkan selama seminggu, tulis yang banyak dan detail. Kalau berhasil kenapa, kalau tidak kenapa? Kalau ada yang baru, apa? Jika ada yang menimbulkan pertanyaan, apa? Dll
8.    Kirim tulisan hasil belajar Anda kembali ke pebisnis yang Anda praktekkan tulisannya itu, bilang terima kasih. Boleh juga share tulisannya dan mention di Facebook/ Twitter, berikan value kembali ke penulis sekaligus sharing yang Anda praktekkan ke temen-temen Anda. Ini proses penting dalam pembelajaran.
9.    Minggu depannya pilih SATU artikel lagi, dan **PRAKTEKKAN PERSIS **seperti apa yang tertulis.
10. Ulangi, ulangi, ulangi.
Cobain...
Catatan: saya udah nyobain ini ke pebisnis online di dalam dan luar negri. Dan Alhamdulillah berhasil 22nya. Kecuali ya yg diluar negri nulisnya ya dalam bahasa Inggeris.
Catatan lagi: artikel juga bisa diganti dengan video, webinar, buku, dll.

 Sumber: email Fikry Fatullah
Share:

Memerangi Perang Harga

Gambar diambil dari guardvest.com 

Bismillah...
Ada yang nanya.
"Mas, Kirim.Email​ gitu muncul, harganya 3x - 6x lipat layanan lokal sejenis. Harganya malah mepet ke layanan luar negri.
Abis itu bayarnya bulanan lagi. Kok bisa banyak yang pake, sampe ribuan gitu?"
Saya salah satunya belajarnya sama sahabat saya: Rico Huang​.
Cari tulisan dan video beliau soal price war.
Tulisannya jangan dibacain aja ya, praktekin, ga usah banyak2, 1-2 jurus aja.
Intinya...
Ga ada yang menang dalam perang harga.
Kitanya rugi, rezeki kompetitor juga kita ganggu, produknya jadi hina, konsumennya ga dapet value yang bagus.
Bahkan konsumen bisa ga dapet produk sama sekali kalo kita sama kompetitor kita bangkrut akibat perang harga.
Ga ada yang menang.
Untuk memerangi perang harga:
PERTAMA: value kita harus bagus.
Pemahamannya bisa berguru ke sahabat saya: Rendy Saputra​.
Ini fundamental banget, karena bisnis itu esensinya adalah pertukaran value. Dan produk adalah SALAH SATU bagian dari value itu.
BUKAN SATU-SATUNYA.
Kita TIDAK PERNAH hanya jualan produk, catet.
KEDUA: Agar Valuenya bagus, Proses bisnis sama SDM juga harus solid dan seamless.
Disaat yang sama harus fleksibel.
(apa itu mas? kok banyak bahasa Inggrisnya? Mbuh lah Google aja, enak bilangnya, gaya.)
Saya selama 4 tahun ini dapet tempat duduk VVIP untuk belajar proses dan SDM bisnis langsung dari mas Jaya Setiabudi​ saat bareng2 bangun YukBisnis​.
Alhamdulillah, sebuah kemewahan banget untuk saya...
Ibarat Kalo di kelas, saya murid yg duduk paling depan dan yang bikin sekelas batal untuk pulang cepat karena terlalu banyak nanya.
Masalah bisnis yang paling menantang hanya akan 2 hal: masalah proses dan masalah SDM. - Hiten Shah​.
KETIGA: persepsi bagusnya pasar/ calon pembeli.
Mas J selalu nanya ke saya:
Bagus menurut siapa? Bener menurut siapa?
Inilah persepsi.
Tukang mainin persepsi ya siapa lagi? Ya belajar sama Dewa Eka Prayoga.
Persepsi adalah realita. Bangun dunia ideal yang ada di kepala kita ke dalam kepala calon pembeli kita.
KEEMPAT: Traffic dan aset.
Kuasai gimana cara datengin traffic dan bangun asset online.
Bahkan sebelum KIRIM.EMAIL berdiri, saya udah punya pembelinya.
karena saya punya aset: email list yang hubungannya sangat dekat dengan saya.
Saya tinggal tanya:
pengen apa?
Mereka jawab:
pengen bisa ngirim email kaya mas Fikry.
Ya saya penuhi.
*disclaimer:
contoh proses diatas adalah hasil oversimplifikasi saya pribadi. Tentusaja pertanyaannya ga kaya gitu dan jawabannya ga sesederhana itu.
Saya petik kata-katanya Steve Blank​:
Produk yang bagus adalah yang LAHIR DARI PASAR.
Jadi tugas kita adalah jadi BIDAN yang membantu lahiran produk, dari hasil percampuran antara masalah yang dihadapi dan solusi yang diharapkan pasar.
Bangun aset digital Anda sekarang.
Bagaimana caranya udah lengkap saya bongkar didalam KIRIM.EMAIL, daftar disini >> http://kirim.email
KELIMA: de-commodetized.
Ini apa lagi mas?
Ini bahasnya bisa satu tulisan sendiri, nantilah ya....
Saya belajarnya dari Jason Fried​.
Kok banyak banget yang mau dipelajari mas? Aku ga bisa diginiin...
Tiru mahasiswa: SKS.
Sistem Kebut Semalem.
Disitu mau ujian disitu belajarnya.
Bisnis itu cara belajar terbaik menurut saya ya kaya gitu.
Jangan dipelajari semua sekaligus.
Inovasi, tim yang solid dan bahagia, tools2 yang bagus, semua butuh duit.
Kalo kita perang harga, kita bisa kehilangan duit untuk membuat produk dan value yang bagus.
jangan perang harga!
Sekarang tinggal ikuti kata pemimpin kita:
Kerja, kerja, kerja!
Catatan: saya serius, bangun aset digital Anda sekarang walaupun belum memiliki produk. Saya sudah membahas lengkap bagaimana caranya didalam KIRIM.EMAIL. Daftar disini >> http://kirim.email
Selamat perang.
Sumber: email Fikry Fatullah

Share:

Cara Menggunakan Kata-Kata Untuk Masuk Ke Hati Orang Lain


Bismillah...
Al-Imam As-Syafi'i rahimahullah berkata:
Sejatinya hati-hati manusia adalah ladang-ladangnya lisan, maka semailah perkataan yang baik padanya, karena jika tidak bisa menumbuhkan semuanya maka dia akan menumbuhkan sebagiannya.
(Manaqib As-Syafi'i, Al-Baihaqi.)
Nasihat diatas selalu menjadi pengingat untuk saya.
Betapa besarnya dampak kata-kata yang kita baca dan dengar setiap hari kedalam hati kita.
Karenanya kita harus menjaga sekali kata-kata yang kita dengar dan baca.
Karena sadar atau tidak, kata-kata itu akan tertanam di hati.
Bayangkan Anda berdiri di sebuah ladangkaki Anda langsung bersentuhan dengan tanah.
Lalu bayangkan Anda berjalan membawa biji-bijian, dan menebarkannya.
Sebagian dari biji-bijian itu akan tumbuh dan menjadi tanaman dewasa.
Jika biji-bijian tersebut adalah kata-kata, maka kata-kata yang Anda sebar akan tertanam di hati orang lain.
Ada yang tumbuh dan berdampak pada yang menerima kata-kata Anda. Ada yang tidak.
Jadi daripada Anda menanam dengan ngasal, alangkah baiknya jika Anda tau cara menanam kata-kata tersebut ke hati orang lain.
Artinya, jika kita menguasainya dengan baik, kita bisa menggunakannya sebagai senjata untuk menyebarkan manfaat yang kita berikan melalui bisnis kita.
Karenanya ada disiplin ilmu yang khusus membahas pemanfaatan kata-kata dalam promosi bisnis kita.
Namanya copywriting.
Pada dasarnya, kata-kata hanyalah sarana.
Alat.
Jika kita menjual yang baik dan bermanfaat, maka pada akhirnya pembeli akan mendapatkan kebaikan dan manfaat pula.
Namun dilapangan yang terjadi tidak sesederhana itu.
Walaupun produk kita bagus dan bermanfaat, namun kita tidak menggunakan kata-kata yang tepat saat mengatakannya ke orang lain.
Maka bisa jadi tidak ada yang mengerti dengan kebaikan yang ada didalam produk kita.
Dan kalaupun sudah mengerti tidak lantas membeli.
Kenapa?
Sebagian besar kesalahan bukan di produknya.
Tapi di ketidaksiapan seseorang untuk membeli.
Dan ini menjadi tanggung jawab kita sebagai yang menjual produknya, untuk membuat calon pembeli memahami manfaat produknya dan mempersiapkan mereka untuk membeli.
Karenanya saya tidak pernah lelah mengingatkan, di awal berbisnis, fokuslah menguasai 2 hal ini:
·   Traffic (pengunjung.)
·   Copywriting.
Jika Anda menguasai traffic, maka bisnis Anda tidak akan pernah sepi.
Dan jika Anda menguasai copywriting, maka traffic yang datang akan membeli.
Traffic yang tidak terkonversi menjadi pembeli tidak lebih baik daripada tidak ada traffic sama sekali.
Karenanya, rame saja tidak cukup, Anda harus membuat pengunjung Anda bertindak.
Sumber: email Fikry Fatullah

Share:

Jangan Menjual Masa Muda Anda


Pada karir yang terdahulu, saya bekerja sebagai sistem admnistrator pada sebuah layanan penyedia jasa internet di Jakarta.
Saya suka pekerjaan itu.
Pekerjaan itu sesuai dengan keahlian saya. Berkutat dengan server berteknologi tinggi dan terbaru. Internet gratis (pada tahun 2000, internet masih berupa layanan yang cukup mewah). Apalagi yang diinginkan seorang sarjana komputer?
Namun seringkali saya juga harus lembur.
Pulang larut.
Terkadang tidur di sofa ruang tunggu kantor.
Berhari-hari tidak melihat matahari.
Kehidupan sosial saya hampir nihil.
Kesehatan saya memburuk.
Kalau Anda bayangkan, saya menukar waktu dan tenaga saya dengan uang.
Menjual masa muda saya.
Untuk mendapat rupiah.
Duh!
Itu sebabnya meskipun harus bersusah payah merintis bisnis...
... melewati lebih dari 3 tahun dengan penghasilan nol besar,
... bekerja dengan jam yang panjang (12-16 jam) setiap hari, termasuk akhir pekan,
... seringkali tidak tidur 48 berturut-turut,
... dan tidak pernah berlibur selama bertahun-tahun,
saya tetap gigih dan bersikeras untuk menemukan jalannya.
Anda tidak harus mengarungi segala kesulitan itu...
Anda tidak perlu menyiksa diri...
Anda bisa menghemat bertahun-tahun waktu...
Karena saya telah membuatkan petanya untuk Anda.
Simak video dibawah ini:

Apakah Anda menjual masa muda Anda?
Belum terlambat untuk bertindak. Dan berubah.
Sumber : email Hendry
Share:

Rahasia Membuat Storytelling yang Viral

Gambar daimbil dari designpm.com

Setelah 8 bulan lebih, akhirnya saya mengirim postingan terbaru Blogodolar lagi kepada Anda. 

Postingan terbaru kali ini tetang cara membuat storytelling (kisah/cerita) yang menjadi viral. Berdasarkan pengalaman saya dalam membuat storytelling yang mendapat 13.8K share Facebook. 

Teknik menulis yang saya beberkan berasal dari teknik menulis novel. Saya pikir Anda akan menyukainya karena belum ada blogger Indonesia yang mengupas teknis menulis storytelling secara mendetail.

Bukan hanya itu, teknik ini dapat Anda terapkan untuk membuat storytelling diri sendiri atau orang lain. Menarik, bukan?

Selengkapnya dapat Anda pelajari di Cara Membuat Storytelling yang Menjadi Viral di Facebook (13.8K Share).

Sumber: email Herman Yudiono
Share:

Wednesday, August 10, 2016

Sukses Instan, Persiapannya 20 Tahun

Gambar ilustrasi dari andiewongso.com


Berita mengejutkan ini baru turun di TechCrunch:
Omset Pokemon Go melampaui 2,6 trilyun rupiah...
...hanya setelah satu bulan peluncurannya.
Semua orang takjub.
Tak sedikit yang iri.
Mereka lalu berusaha mencari tahu apa rahasia di balik permainan itu.
Berupaya meniru dan berharap bisa mencapai hasil yang serupa.
Tak lama dari sekarang...
Saya yakin kita akan melihat lebih banyak game yang mengharuskan pemainnya untuk keluar rumah. Menjelajah untuk mencari obyek. Sebagaian darinya mungkin akan berhasil.
Namun...
Ada satu hal yang sering diabaikan orang.
Pokemon Go mungkin suksesnya instan.
Hanya dalam sebulan berhasil meraup omset yang tak masuk akal.
Tapi jangan lupa...
Nama "Pokemon" ini sendiri sudah ada sejak lama. Tepatnya 20 tahun yang lalu. Pada saat itu sebagian besar orang belum pernah mendengarnya. Anda mungkin belum pernah mendengarnya.
Mereka membangun basis pemirsa secara perlahan.
Dan terus melakukannya hingga menjadi tayangan televisi favorit banyak orang.
Ketika meluncurkan permainan ini...
Basis pemirsa dan penggemar itulah yang menjadi tuas ungkit yang melambungkan mereka ke angkasa.
Ramainya orang yang membicarakan membuat media menganggapkan sebagai topik panas.
Bahkan orang yang tak peduli pada Pokemon selama ini...
...mulai memainkannya hanya karena penasaran.
Peluncurannya mungkin baru sebulan.
Tapi persiapannya memakan waktu 20 tahun.
Anda ingin sebuah bisnis yang sukses?
Penting bagi Anda untuk memulai sekarang.
Karena sebuah bisnis yang sukses, apalagi berhasil secara luar biasa, tidak terjadi dalam semalam.
Bangun basis pemirsa Anda hari ini.
Dan terus lakukan.
Kabar baiknya, penghailan dari bisnis, tidak perlu menunggu 20 tahun.
Jelasnya sebelum ini Pokemon juga menyedot keuntungan dari berbagai sumber. Permainan Pokemon Go menjadi sukses karena momentum yang telah dibangun selama ini.
Sesuatu yang besar mungkin akan menanti Anda 5, 10 atau 20 tahun lagi.
Namun saya pastikan tidak ada yang terjadi...
...kalau Anda tidak bertindak mulai sekarang.
Sumber : email Hendry
Share:

Cara Menulis Email Promosi Yang Menjual




Bismillah...

Menulis email promosi sedikit berbeda dengan menulis iklan di tempat lain di Internet.
Di email, Anda tidak terbatas mau menulis sepanjang apa.

Saya pernah meng-copas salah satu artikel blog saya yang panjang banget, dan mengirimkannya melalui email.

Anda juga bisa meletakkan gambar sebanyak yang Anda mau.
Anda bahkan bisa memformat email Anda jadi seperti brosur yang heb0h dengan format HTML.

Anda bahkan bisa meletakkan file yang nantinya bisa di download langsung oleh pembaca.
Semua tergantung maunya Anda gimana.

Namun pada dasarnya Anda tidak perlu membuat email promosi yang heboh dan mencolok mata.

Jika Anda bisa mengetik dan mengirimkan email seperti biasa. Maka pada dasarnya Anda sudah bisa mengirimkan email promosi.

Yang harus Anda perhatikan adalah beberapa hal berikut ini:

1. Nama pengirim

Percaya atau tidak, nama pengirim itu sama pentingnya dengan apa isi email yang Anda kirimkan.

Karenanya hindari robot pengirim email,
atau mengirimkan email dari orang tanpa nama di perusahaan Anda.

Ini karena: Manusia sudah terbiasa untuk menerima email dari manusia lain.
Anda bisa menggunakan nama Anda sebagai nama pengirim, atau nama + nama perusahaan.

Misalnya: Fikry Fatullah.
Atau: Fikry dari Kirim.Email.

Setelah beberapa lama, pelanggan Anda akan terbiasa menerima email dari Anda.
Setelah terbiasa, sebagian dari mereka akan langsung membuka email Anda secara impuls (spontan) membuka email Anda.

Email pada dasarnya adalah komunikasi 1 on 1, walaupun Anda mengirimkan email ke puluhan ribu orang.

Karenanya bertindaklah seperti Anda akan mengirimkan email ke 1 orang setiap kali mengirimkan email.

Ajak calon pembeli Anda ngobrol.

2. Subjek

Subjek adalah 80% dari isi email itu sendiri.

Karenanya jika Anda memiliki waktu 3 jam untuk menuliskan email, gunakan 2 jam pertama untuk memikirkan apa subjek emailya.

Walaupun orang sudah mengenal siapa Anda sebagai pengirimnya, kalau subjek Anda tidak menarik, email Anda mungkin tidak akan dibuka juga.

Subjek akan memberikan kerangka tentang apa isi dari email yang Anda kirimkan.

Subjek juga akan mempersiapkan calon pembaca email Anda untuk membeli jika isi email Anda adalah email promosi.

Pelajari selanjutnya.

2 hal diatas adalah 2 faktor penting yang harus Anda pelajari dalam membuat email promosi yang akan menghasilkan penjualan.

Namun ada banyak lagi yang terjadi di setiap kata-kata yang Anda tulis didalam email Anda sampai bisa membuat seseorang untuk akhirnya membeli dari Anda.

Sumber : email Fikry Fatullah
Share: